Tahap Ketiga Seleksi Taruna Akpol, 16 Calon Taruna Dipulangkan, 10 Calon Segera Menyusul

Tahap Ketiga Seleksi Taruna Akpol, 16 Calon Taruna Dipulangkan, 10 Calon Segera Menyusul

Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Salah satu calon taruni meninggalkan ruangan sidang setelah dinyatakan tidak lolos.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hingga pemulangan tahap ke tiga seleksi nasional Akademi Kepolisian (Akpol), sudah 16 calon taruna yang gugur. Kini masih ada 360 orang yang bertahan untuk merebutkan 250 kursi.

Sebelumnya, total ada 376 calon dari penjuru Indonesia yang lolos ke tahap seleksi nasional. Mereka kemudian menjalani empat tahap pemulangan.

Tujuh orang gugur di tahap pertama yang merupakan tes administrasi dan kesehatan. Empat lainnya menyusul di tahap ke dua, dan lima orang di tahap tiga.

Tahap terakhir pemulangan, rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juli mendatang. "Hari ini semua calon taruna mengikuti tes akademis yang digelar di Udinus," terang Karodalpers Polri, Brigjend Pol Sudarsono, Minggu (22/7/2018).

Ia memaparkan tes kemampuan akademis terdiri dari dua yakni bahasa inggris dan ilmu pengetahuan umum. Pihaknya memilih Udinus sebagai penyelenggara karena menurutnya berkompeten dalam teknologi informasi.

"Dalam tes ini nilanya sudah bisa langsung dilihat setelah ujian selesai, sehingga orang tua juga bisa langsung memantau perkembangan nilai yang diperoleh anaknya," beber Sudarsono.

Ia memprediksi dalam tes kemampuan akademis nantinya akan lebih banyak yang gugur. Hal itu karena memang nantinya hanya 250 taruna yang berhak menempuh pendidikan di Akpol.

Jumlah tersebut terdiri dari 220 taruna, dan 30 taruni. "Sebelum tes kemampuan akademis ini kami kami sudah melaksanakan sidang ke tiga yang meliputi seleksi kesehatan jasmani diantaranya pull up, push up, dan shuttle run, dan renang," tandasnya.

Ia menyebut ada dua calon taruna yang kemudian tidak lolos seleksi jasamani karena ada nilai kosong. Dan tiga lainnya mendapat nilai yang kurang mencukupi.

"Tetap mereka yang tidak lolos mendapatkan konseling dari tim kami meski sebenarnya tahu apa kekurangannya karena ini tesnya terukur beda dengan tes kesehatan yang lalu," tambahnya.

Ia menuturkan, semua seleksi yang dilakukan terukur dan transparan. Media juga dipersilakan untuk meliput proses seleksi.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng

© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved

[contact-form][contact-field label="Nama" type="name" required="true" /][contact-field label="Surel" type="email" required="true" /][contact-field label="Situs web" type="url" /][contact-field label="Pesan" type="textarea" /][/contact-form]