670 446 praktik curang masuk stan terbongkar pelaku anak pejabat m 225157 - Praktik Curang Masuk STAN Terbongkar, Pelaku Anak Pejabat

JawaPos.com - Praktik curang kembali terjadi di dunia pendidikan. Kali ini melibatkan delapan peserta tes pendidikan ikatan dinas, Politeknik Keuangan Negara, dan Sekolah Tinggi Administrasi Negara (PKN STAN). Kedelapan peserta itu tak bisa berkutik ketika aksinya terbongkar saat mengikuti tes.

Aksi culas mereka sempat lolos dari pemeriksa sebelum tes. Modusnya cukup rapi dan terbilang profesional. Mereka menggunakan kamera mini atau spy camerayang terhubung dengan gawai.

Kepala Kantor Regional IV Makassar, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Sayadi membeberkan, delapan orang itu memasang kamera kecil di lengan bajunya. Kamera itu terhubung dengan gawai yang diselipkan dalam pakaian dalam.

"Kamera ini fungsinya untuk menyorot soal di layar monitor. Gambar yang terekam kamera tersebut terhubung ke gawai yang sudah disetel khusus. Hasil rekaman itu juga terhubung dengan gawai yang dikendalikan orang luar," bebernya kepada FAJAR (Jawa Pos Group), Selasa (3/7).

Ponsel mereka, lanjut Sayadi, terhubung dengan aplikasi WhatsApp. Setelah itu, ada beberapa rangkaian kabel dari ponsel yang terhubung ke telinga peserta. "Jadi semua sudah lengkap. Kamera itu menghubungkan orang yang akan memberikan jawaban yang terhubung lewat ponsel. Jadi yang jawab ini dari luar," ungkapnya.

Aksi peserta tersebut terbongkar saat mengikuti tes 29 Juni dan 2 Juli. Namun karena untuk kepentingan pengembangan, BKN baru merilisnya kemarin. Beberapa pelaku diketahui anak pejabat daerah. Salah satunya dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Identitas delapan orang itu masih dirahasiakan dengan alasan masih pengembangan.

Sayadi mengakui, aksi ini memang sempat tak terpantau pemeriksa. Apalagi peserta perempuan ini mengenakan jilbab, sehinga semua tertutup. Kameranya sangat kecil, pun sesaat sebelum tes dimulai peserta yang berlaku curang tersebut sempat izin keluar ke kamar kecil.

Aksi mereka baru ketahuan saat ponsel salah satu peserta berbunyi saat mengikuti tes. Pengawas pun langsung memeriksa, ternyata di balik pakaian dalam mereka ada perangkat khusus yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang luar.

Dia meyakini bahwa aksi curang ini berjaringan. Karena itu pihaknya melaporkan tindakan tersebut ke Polda Sulsel agar ditindaklanjuti pada Selasa (3/7) kemarin. Kedelapan calon pelajar ikatan dinas ini pun langsung dinyatakan gugur, tak lagi bisa ikut seleksi lanjutan yang dilakukan secara online.

Sayadi mengatakan, kasus ini menjadi pelajaran agar ke depannya pengawas lebih selektif lagi dalam pemeriksaan. "Secara nasional ada 5 ribu formasi yang disedikan. Kebetulan tesnya di tempat kami. Makanya kami yang awasi pelaksanaan tes untuk sistem CAT," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, sejauh ini penyidik masih menelusuri terkait laporan kecurangan peserta tes di STAN. "Perbuatan itu merupakan penipuan lantaran berbuat curang. Kita proses orangnya," katanya.

Termasuk, lanjut Dicky, penyidik akan menelusuri jaringannya dengan menggunakan Cyber Crime Polda Sulsel. "Akan ditelusuri semua mulai dari siapa dia temani berkomunikasi. Jangan sampai juga ada orang dalam," jelasnya.

(fab/jpg/ce1/JPC)

Praktik Curang Masuk STAN Terbongkar, Pelaku Anak Pejabat

Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: